Inilah Arti Nama Islam yang Harus Kamu Tahu

Pernah dengar istilah “Apalah Arti  Nama Islam”? Terdengar keren kan ya? Tapi, bagi pemuda Islam sejati, kalimat ini sungguh menyesatkan. Kok bisa?

Kita kenalan dulu sama orang yang pertama kali membuat kalimat ini viral. Dialah William Shakespare. Budayawan dan sastrawan Inggris yang membuat hikayat drama menyayat hati berjudul ‘Romeo and Juliet”. Kalau tidak salah, Shakespare pernah menulis di salah satu bukunya, “What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet” yang jika di translate menjadi “Apalah arti nama dalam Islam? Seandainya kita memberikan nama lain untuk mawar, tetap saja sama wanginya”

Keren. Tapi, kalimat itu hanya cocok untuk dia dan golongannya saja. Hampir semua orang barat akan sependapat dengan itu.

Pernah ada yang berdebat tentang ini. Orang barat berkata, “Namaku Angel (malaikat). Hari ini aku memberi makan orang terlantar. Seandainya namaku Evil (iblis), tetap saja aku akan melakukan itu”. Tiba-tiba seorang muslim Arab menimpali “Wah, benar juga katamu, Anjing”. Si Angel pun merah wajahnya. Marah. Si Arab pun berkata “Kamu marah? Masih mau bilang nama itu tidak penting?”.

Sementara itu, umat Muhammad punya konsep berbeda soal ‘Nama’ ini. Rasulullaah Salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dari lisannya yang mulia, “Sesungguhnya, pada hari kiamat nanti, kalian akan dipanggil dengan nama-nama kamu dan nama ayah-ayah kamu; maka buatlah nama yang baik bagi diri kamu.” (H.R. Abu Dawud). Dan jangan lupakan juga firman Allaah dala surah Al Baqarah ayat 11 “Dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.”

Lalu, sebenarnya apa sajakah fungsi nama seseorang dalam Islam? Simak berikut ini :

Arti Nama Islam dapat Mempermudah Silaturahim

arti nama dalam islam
play.google.com

Coba deh kita ingat lagi Firman Allaah dalam Surah Al Hujurat ayat 13. Kira-kira terjemahannya adalah “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Perhatikanlah. Ternyata Allaah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan kita untuk saling kenal mengenal sehingga mudah dalam menjalani kehidupan. Perhatikan pula bahwa Allaah mengakhiri kalimat ayat itu dengan “Sesungguhnya Allaah Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Nah, tentunya yang pertama kali ditanyakan saat orang ingin berkenalan adalah “Hai, nama kamu siapa?”. Ini berarti, komponen penting dalam perkenalan adalah saling mengetahui dan menyebutkan nama masing-masing. Maka, jangan sampai Anda memilihkan nama anak atau menamai diri sendiri dengan nama yang kurang baik. Bisa berpengaruh terhadap tingkat kepedean saat berkenalan. Heheh. Itulah pentingnya arti nama islam.

Dengan Nama Islam juga Sebagai Pemenuhan Kewajiban Alami

arti nama di islam
bebasdishare.blogspot.com

Persoalan ‘nama’ telah dari dulu diperbincangkan oleh Allaah, Malaikat, dan Nabi Adam. Kalau tidak percaya, silahkan di cek di Al Qur’an surah Al Baqarah ayat 31, “Dan Dia  (Allaah) mengajarkan kepada Adam nama-nama semua (benda) yang kemudian disebutkannya terhadap para malaikat……

Jadi, Allaah memberikan nama langsung kepada Adam ‘alaihis salaam sekalian juga nama benda benda disekitarannya. Maka, manusia yang tidak punya nama atau tidak peduli dengan namanya sendiri sama halnya sedikit kehilangan poin berkaitan dengan kodrat sebagai seorang manusia.

Berkaitan dengan hal tersebut, sudah sebaiknya dalam pemilihan nama atau pemberian nama tidak menyalahi kodratnya sebagai seorang manusia, sang makhluk termulia. Tidak perlu memberikan nama yang tidak layak di sandang oleh manusia, seperti nama binatang atau nama yang mengandung kesyirikan.

Kepantasan seorang muslim memiliki nama yang baik sesuai kodrat, jati diri, dan harapan tersirat kuat saat Rasulullaah Salallahu ‘alaihi wa sallam mengganti nama-nama Sahabat. Sebut saja, Abdul Ka’bah (hambanya Ka’bah) bin Auf, diganti menjadi Abdurrahmaan bin Auf. Ada lagi, Abdul Uzza (hambanya Uzza) bin Abu Bakar, diganti menjadi Abdullaah bin Abu Bakar dan lainnya. (Kitab Al Mahalli :5/137 dan Mustadrak Hakim: 3/ 473)

Arti Nama Islam Sebagai Harapan, Do’a, dan Kemuliaan

arti nama dalam islam
islamicmotivatio.blogspot.com

Betapa banyak orang yang merasa bangga dengan nama yang disandangnya. Bisa jadi karena indah kedengaran, mudah diucapkan, dan yang paling penting adalah makna dibaliknya.

Nama yang baik adalah suatu kemuliaan bagi seorang muslim. Rasulullaah Salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Muliakanlah anak-anak kalian dan berilah mereka nama-nama yang baik”. (H.R. Ibnu Maajah)

Jika diniatkan dalam pemberian nama atau menamai diri sendiri karena mengikuti anjuran Allaah dan Rasulnya, niscaya akan mudah dalam mewujudkan harapan yang terkandung dalam nama sang penyandang.

Ada sebuah kisah menarik seorang Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman As Sudais ketika masih muda. Ceritanya, beliau semasa kecil orangnya nakal dan sering membuat risau ibundanya, sehingga suatu saat ibunya berkata. “Sungguh nakal sekali. Pergilah ke Masjidil Haram dan jadilah Imam disana”. Dan jadilah beliau yang sekarang.

Poinnya adalah orang tua terutama  ibu pasti akan sering memanggil anaknya dengan nama anak tersebut. Nah, jika nama anaknya bermakna doa yang baik, tentu saja setiap sang ibu memanggil, doa terus mengalir. Sehingga mudah terkabul harapan dibalik nama yang berisi doa tersebut.

Dengan Nama Islam adalah Panggilan di Akhirat

Sekedar info, di Yaumul Hisab nanti, kita akan di ‘absen’ dengan nama yang kita sandang sampai mati. Info ini didapatkan dari penuturan Rasulullaah Salallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya, pada hari kiamat nanti, kalian akan dipanggil dengan nama-nama kamu dan nama ayah-ayah kamu; maka buatlah nama yang baik bagi diri kamu.” (H.R. Abu Dawud).

Maka alangkah bahagianya jika di hari itu jika kita dipanggil dengan nama yang indah dan diridhai oleh Allaah. Misalnya, Abdurrahmaan, Abdullaah, Abdul Aziz, dan nama ‘Abdul’ lainnya yang disandingkan dengan nama Allaah.

Nama yang memiliki predikat baik selanjutnya adalah nama para anbiya’. Misalnya, Adam, Ibrahim, Musa, Muhammad, dan nama nabi lainnya. Akan super duper berkah jika menggabungkan dua atau lebih nama nama nabi sekaligus, misal Muhammad Adam, Muhammad Idris, dan Muhammad Isa Dawud As Sulaimani. Tapi, sebagai catatan, termasuk nama yang baik adalah yang tidak menyusahkan orang untuk menyebutnya. Maka, tidak perlu panjang panjang amat, hehe.

Selanjutnya adalah nama para Sahabat Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wa sallam. Umar, Utsman, Ali, dan lainnya dengan harapan dapat meniru perilaku sahabat tersebut. Catatan lagi, bahwa nama para sahabat pun tidak panjang dan tidak pula sulit diucapkan. Cukup satu suku kata saja.

Bayangkan jika kita tidak menyandang nama yang baik, betapa malunya saat dipanggil oleh Allaah di pengadilan-Nya nanti.”Cungkring!”, “Ciple!”, dan nama nama yang tidak jelas lainnya. Maka, selagi hayat di kandung badan, silahkan perbaiki nama Anda.

Nama Islam Sebagai Identitas Seorang Muslim

Tak bisa dipungkiri bahwa kita dapat menebak agama seseorang dari namanya. Keakuratan tebakan kita bisa mencapai 90% (ngarang,heheh). Ketika kita berinteraksi dengan orang yang bernama Abdullaah misal, maka kita serta merta akan tahu bahwa dia adalah seorang muslim dan harus memperlakukan dia selayaknya seorang muslim serta memenuhi haknya sebagai seorang muslim pula. Seperti kata Rasulullaah, “Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam: (1) Jika engkau bertemu dengannya, maka ucapkan salam, dan (2) jika dia mengundangmu maka datangilah, (3) jika dia minta nasihat kepadamu berilah nasihat, (4) jika dia bersin dan mengucapkan hamdalah maka balaslah (dengan doa: Yarhamukallah), (5) jika dia sakit maka kunjungilah, dan (6) jika dia meninggal maka antarkanlah (jenazahnya ke kuburan).” (HR. Muslim).

Jadi, jika ada seseorang yang namanya tidak identik dengan Islam atau malah identik dengan nama seorang non-muslim mengucapkan “Assalamu’alaikum” kepada kita, maka jawabannya tentu saja harus sesuai tuntunan syar’i, yakni “Wa’alaikum” saja. Pun jika dia ternyata muslim, cukuplah ketidaktahuan kita menjadi hujjah di hadapan Allaah kelak. Siapa suruh dia namanya nggak Islami. Iya kan?
Contoh lain, jika sedang bepergian ke tempat yang mayoritasnya non muslim, kadang kita kesulitan mencari makanan yang halal. Untung saja ada kedai atau toko yang memberikan plang nama “Toko Abdul Shomad”, “Nur Inayah Resto”, dan lainnya. Jadinya,kita sebagai muslim merasa lebih dimudahkan.

 

Nah, demikianlah “Arti Nama Islam” bagi seorang muslim. Jika ada teman muslim muslimah di sekitar Anda yang masih percaya dengan “Apalah Arti Sebuah Nama”, copas tulisan ini,dan berikan ke dia. Heheh.

Bagikan kebaikan. Share jika bermanfaat.

Semoga Allaah memudahkan segala urusan kita. Aamiin

artikel Lain : Pendaftaran Paytren Malang Sangat Banyak! Ternyata Ini Penyebabnya

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: